PROFIL SPMI

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan sesuai dengan pernyataan yang tercantum dalam Permenristek Dikti no. 62 thaaun 2016. Sesuai dengan hal tersebut maka Akper Yaspen telah memiliki unit penjaminan mutu yaitu Unit Penjaminan Mutu Internla (UPMI).

Penjaminan mutu Akper Yaspen Jakarta  tertuang dalam Statuta pada Bab VI pasal 5 sesuai Surat Keputusan (SK) Yayasan Pendidikan Tugu Ibu No. No. 001/SK-KY/Statuta/AP-Y/XII/2015, SK Direktur No. 001/SK-Dir/Str.Orgn./XII/2015 tentang Struktur Organisasi dan SK Direktur No. 002/SK-Dir/Str.Orgn./XII/2015 tentang Kedudukan, Wewenang, Tugas Pokok dan Fungsi Dalam Organisasi. Sesuai dengan kebijakan tersebut selanjutnya Direktur memperkuat dengan SK no. 001/Dir-SPMI/AP-Y/I/2016 tentang Peraturan Penetapan Sitem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Akademi Keperawatan Yaspen Jakarta dengan nama Unit Penjamin Mutu Internal (UPMI). UPMI dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada direktur. UPMI merupakan unit penjaminan mutu tingkat pengelola Akper Yaspen Jakarta, sedangkan penjaminan mutu program studi dilakukan oleh tim gugus kendali mutu.

Kebijakan mutu mengatur kegiatan UPMI dalam penetapan standar, pelaksanaan, evaluasi,  pengendalian dan pengembangan standar.

1.Penetapan Standar

Penetapan dokumen standar mutu disusun dengan membentuk tim Adhoc. Tim ini bekerja sesuai dengan SK yang ditetapkan oleh direktur. Tim Ad hoc terdiri dari semua unsur unit kerja bersama unsur UPMI dimana dalam penysusnan setiap standar diketuai oleh masing-masing unit pelaksana. UPMI dalam menyusun dokumen mutu dengan membentuk tim Ad hoc sesuai SK No. 002/Dir-SPMI/AP-Y/II/2016. Tim Ad hoc telah berhasil menyusun Kebijakan mutu dengan SK No. 004/Dir-SPMI/AP-Y/II/2016, 8 standar mutu pendidikan, penelitian, pengabdaian masyarakat dan 4 standar perguruan tinggi atau tandar non akademik yang terdiri dari standar penerimaan mahasiswa baru, kerjasama, wisuda dan pemanfaatan lulusan serta manual mutu masing-masing standar mutu. Seiring dengan pengembangan dokumen mutu, maka UPMI telah melakukan revisi dokumen mutu meliputi revisi kebijakan mutu, standar mutu dan manual mutu. Dalam melakukan revisi dokumen mutu telah dibentuk tim Ad hoc Hasil revisi dokumen mutu terdiri dari kebijakan mutu, 8 standar nasional pendidikan, 8 standar nasional penelitian, 8 standar pengabdian kepada masyarakat, 12 standar perguruan tinggi serta manual mutu penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan masing-masing standar mutu.

2.Pelaksanaan Standar

Saat ini setiap unit kerja telah berupaya melaksanakan standar mutu. Pelaksanaan standar SPMI Akper Yaspen merupakan implementasi dari standar yang telah ditetapkan, prosedur dan formulir (borang) SPMI, untuk dilaksanakan oleh seluruh Unit Kerja baik akademik maupun non akademik. Kepala UPMI bersama penangung jawab melakukan monitoring untuk memastikan bahwa setiap standar sudah dilaksanakan.

3.Evaluasi

Evaluasi merupakan salah satu siklus PPEPP dalam SPMI. UPMI sebagai penjamin mutu melakukan aktivitas evaluas melalui kegiatan audit mutu internal. Audit mutu internal telah dilakukan tim auditor internal sesuai masing-masing standar. Proses uadit mutu internal dilaksanakan dimulai dari setiap unit pada awal semester menyusun Rencana Kerja Semester (RKS) dan pada awal tahun ajaran menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) sesuai dengan standar mutu. RKS dan RKT yang telah disusun disyahkan oleh penanggung jawab standar dan Kepala UPMI.  RKS dan RKT yang telah disyahkan selanjutnya dilaksanakan oleh pelaksana standar dengan membuat laporan realisasi dan dokumen bukti kerja. Audit mutu internal akan dilaksanakan sesuai dengan permintaan direktur kepada Kepala UPMI. Audit mutu internal telah dilaksanakan pada tahun ajaran 2016/2017.  Hasil temuan observasi dan ketidaksesuai minor ditindaklanjuti pada periode audit mutu internal dan untuk temuan kategori ketidaksesuai mayor ditindaklanjuti pada audit mutu internal siklus berikutnya. Hasil temuan dan rekomendasi Auditor Internal dilaporkan kepada Kepala UPMI untuk ditindak-lanjuti dan dilaporkan kepada Direktur.

4.Pengendalian

Pengendalian pelaksanaan standar  SPMI Akper Yaspen Jakarta merupakan kegiatan analisis penyebab standar/ukuran yang tidak tercapai untuk dilakukan tindakan koreksi. Hal ini terkait dengan kegiatan analisis dari hasil temuan dan rekomendasi Auditor internal yang menyatakan bahwa standar/ukuran yang ditetapkan Unit Kerja tertentu tidak tercapai sehingga perlu dilakukan tindakan koreksi. Hasil tindakan koreksi ditujukan untuk perbaikan dan atau peningkatan standar pada siklus berikutnya dalam upaya peningkatan mutu berkelanjutan.

5.Peningkatan

Peningkatan standar SPMI Akper Yaspen Jakarta merupakan kegiatan perbaikan standar/ukuran agar lebih tinggi dari standar/ukuran yang telah ditetapkan. Hal ini terkait dengan kegiatan analisis dari hasil temuan dan rekomendasi Auditor Internal yang menyatakan bahwa standar/ukuran yang ditetapkan Unit Kerja tertentu telah tercapai, sehingga perlu peningkatan standar/ukuran yang telah ditetapkan.